Inijambi – Universitas Jambi (UNJA) menunjukkan komitmen kemanusiaan yang tinggi terhadap mahasiswanya. Sebagai langkah nyata meringankan beban ekonomi akibat musibah alam, Rektor UNJA, Helmi, secara resmi menyalurkan Beasiswa Peduli Bencana 2025 kepada puluhan mahasiswa yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyerahan beasiswa tersebut dilakukan secara simbolis di Ruang Rapat Rektor, Lantai 7 Gedung UNIFAC, pada Rabu (24/12/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Wakil Rektor, Kepala Biro, hingga para Dekan di lingkungan Universitas Jambi.

Dalam sambutannya, Rektor UNJA, Prof Helmi menyampaikan rasa duka mendalam dan keprihatinan atas bencana yang melanda sebagian wilayah di Pulau Sumatera. Ia menyadari bahwa bencana tersebut berdampak langsung pada stabilitas ekonomi keluarga dan kelangsungan studi para mahasiswa.

Baca Juga:  Unja Launching “SRIKANDI” Langkah Maju Menuju Sistem Penjaminan Mutu dan Modern

“Dampak bencana ini tentu sangat mempengaruhi studi adik-adik semua. Memang tidak sepenuhnya bisa ditanggulangi, tetapi setidaknya bantuan ini dapat meringankan beban adik-adik dan keluarga,” ujar Helmi dengan penuh empati, seperti yang dilansir dari unja.ac.id

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Fauzi Syam melaporkan bahwa berdasarkan hasil inventarisasi data, terdapat 50 mahasiswa UNJA yang terverifikasi sebagai korban terdampak bencana.

Atas arahan kementerian dan kebijakan pimpinan universitas, setiap mahasiswa menerima bantuan dana sebesar Rp2,5 juta.“Beasiswa UNJA Peduli Bencana ini merupakan bentuk kepedulian universitas. Saat ini hadir 11 perwakilan mahasiswa, sementara lainnya berhalangan hadir karena sedang berada di daerah asal masing-masing. Dana bantuan diberikan sekaligus per orang,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Al-Haris Pastikan SPMB 2025/ 2026 Tanpa Titipan

Program ini diharapkan menjadi penyemangat bagi mahasiswa agar tetap fokus menyelesaikan pendidikan meski tengah menghadapi masa sulit. Selain penyerahan bantuan, pertemuan tersebut juga menjadi momentum penting bagi UNJA untuk membahas Rancangan Peraturan Rektor tentang Penghargaan dan Rekognisi Prestasi Akademik.

Hal ini menunjukkan bahwa UNJA tidak hanya hadir di saat mahasiswanya mengalami kesulitan, tetapi juga terus membangun sistem apresiasi bagi mereka yang mampu mengukir prestasi di tengah tantangan yang ada. (02/AM)