INIJAMBI- Dunia akademik tak lagi sekadar soal deretan buku di perpustakaan. Sebuah terobosan nyata lahir dari rahim Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Tepat pada Kamis, 23 April 2026, fakultas ini resmi menjalin aliansi strategis dengan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, sebuah lembaga yang selama ini menjadi garda terdepan dalam isu lingkungan dan masyarakat
Bertempat di Lantai III Gedung Rektorat UIN STS Jambi, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini menjadi momen bersejarah yang disaksikan langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. Kehadiran petinggi kampus dan tim lengkap KKI Warsi yang dipimpin oleh Adi Junaidi menandakan bahwa kolaborasi ini memiliki bobot prioritas yang tinggi bagi kedua belah pihak.
Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag., bersama Direktur KKI Warsi, Adi Junedi, sepakat bahwa teori dakwah harus membumi. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak lagi hanya membayangkan dinamika sosial, tetapi akan diterjunkan langsung ke jantung komunitas adat melalui program magang dan praktik lapangan.
“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya fasih bicara teori, tetapi mampu beradaptasi dengan realitas masyarakat adat melalui fasilitasi ahli dari KKI Warsi,” ungkap Prof. Ahmad Syukri.
Tiga Pilar Kolaborasi Strategis
Kerja sama yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun ini mencakup tiga poin utama yang saling menguatkan:
Dakwah sebagai Aksi Konservasi
Bagi KKI Warsi, kehadiran Fakultas Dakwah membawa angin segar dalam misi konservasi yang lebih humanis. Adi Junedi meyakini bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal akan memperkuat perlindungan sumber daya alam di Jambi.
Kedepannya, kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah paradigma dakwah. Dakwah tidak hanya berhenti pada mimbar, tetapi menjelma menjadi aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam dan membela hak-hak masyarakat adat, menciptakan harmoni antara spiritualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Tinggalkan Balasan