LoINIJAMBI.COM – Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (26/4/2026), akibat meluapnya Sungai Batang Asai dan Batang Tembesi. Peristiwa ini merendam permukiman warga di sedikitnya lima kecamatan dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar dua meter.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Batang Asai, Bathin VIII, Sarolangun, Limun, dan Cermin Nan Gedang. Banjir mulai terjadi sejak Sabtu (25/4) malam hingga Minggu dini hari setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu dan sekitarnya.
Camat Bathin VIII Azrai menyebutkan, sedikitnya tujuh desa dan satu kelurahan terdampak banjir susulan, yakni Desa Tanjung Gagak, Muaro Lati, Rantau Gedang, Pulau Buayo, Teluk Kecimbung, Pulau Melako, serta Kelurahan Limbur Tembesi.
“Sekitar 800 kepala keluarga terdampak. Ketinggian air di beberapa titik mencapai hampir dua meter dan banyak warga telah mengungsi,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menambahkan, jembatan penghubung di Desa Muaro Lati dilaporkan putus akibat derasnya arus, sehingga memperparah akses evakuasi warga.
Di sejumlah titik, terutama Desa Teluk Kecimbung, kondisi banjir masih cukup tinggi dan menyulitkan proses evakuasi. Aparat kecamatan bersama BPBD dan Damkar melakukan evakuasi menggunakan perahu karet.
“Kami sudah menyiapkan dapur umum dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk penanganan lanjutan,” kata pihak kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sarolangun Solahudin Nopri mengatakan, banjir bermula dari Kecamatan Batang Asai pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB dan mencapai puncaknya menjelang Minggu dini hari.
“Sejumlah desa di Batang Asai, Cermin Nan Gedang, dan Bathin VIII terdampak. Tim masih melakukan pendataan di lapangan,” ujarnya.
Di Batang Asai, sejumlah desa terdampak antara lain Batu Empang, Simpang Narso, Tambak Ratu, Batin Pengambang, Sungai Keradak, Muaro Air Dua, Rantau Panjang, Pulau Salak Baru, Pekan Gedang, dan Raden Anom.
Camat Batang Asai Asmiati menyebutkan, di Desa Pekan Gedang terdapat dua rumah hanyut, dua rusak berat, tiga rusak ringan, serta 93 kepala keluarga terdampak.
“Di desa lain juga terjadi genangan cukup luas. Saat ini air mulai berangsur surut, namun warga tetap diminta waspada,” katanya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak infrastruktur. Satu jembatan penghubung antar dusun di wilayah Batang Asai dilaporkan roboh terseret arus.
Di Desa Teluk Kecimbung, ketinggian air dilaporkan sempat mencapai dua meter dan merendam rumah serta akses jalan Banjir desa.
Kepala Desa Teluk Kecimbung Abu Nawas menyebutkan, ratusan rumah di beberapa dusun terdampak, sementara data rinci masih dalam pendataan. “Air naik sejak dini hari. Evakuasi dilakukan terbatas karena sebagian wilayah masih tergenang,” ujarnya.
Hingga Minggu siang, proses evakuasi dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan pemerintah daerah, BPBD, dan aparat terkait. Sebagian warga telah mengungsi ke lokasi aman, sementara lainnya bertahan di titik lebih tinggi.
BPBD Kabupaten Sarolangun mengimbau warga di bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan di wilayah hulu masih tinggi dan kondisi debit sungai belum sepenuhnya stabil.(*/inj)
Baca Juga:  Kabar Baik! Honorer R4 di Muaro Jambi Segera Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu