INIJAMBI.COM – Harga kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali menunjukkan tren penguatan. Pada periode 16–22 Januari 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, harga TBS untuk tanaman usia 10–20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.451,83 per kilogram.
 Angka ini naik Rp76,87 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level Rp3.374,96 per kilogram.
Kenaikan tersebut mencerminkan penguatan harga sawit di tingkat petani, seiring membaiknya harga produk turunan, terutama Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel).
Berikut rincian harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 16–22 Januari 2026 berdasarkan usia tanam:
– Usia 3 tahun: Rp2.693,82/kg
– Usia 4 tahun: Rp2.877,57/kg
– Usia 5 tahun: Rp3.009,87/kg
– Usia 6 tahun: Rp3.135,54/kg
– Usia 7 tahun: Rp3.214,64/kg
– Usia 8 tahun: Rp3.283,13/kg
– Usia 9 tahun: Rp3.347,69/kg
– Usia 10–20 tahun: Rp3.451,83/kg
– Usia 21–24 tahun: Rp3.348,60/kg
– Usia 25 tahun: Rp3.196,12/kg
Tak hanya TBS, harga produk turunan sawit juga bergerak menguat. Harga CPO ditetapkan sebesar Rp14.009,82 per kilogram, berada pada level tinggi dan menjadi salah satu faktor utama penopang kenaikan harga TBS petani.
Sementara itu, harga inti sawit (kernel) ditetapkan sebesar Rp11.145,58 per kilogram, dengan indeks K sebesar 94,49 persen. Tingginya indeks K menunjukkan porsi harga yang diterima petani tetap optimal.
Kenaikan harga ini memberikan ruang napas bagi petani sawit, khususnya di tengah tekanan biaya produksi dan perawatan kebun.
 Dengan harga TBS yang stabil di atas Rp3.400 per kilogram, pendapatan petani dinilai semakin membaik dan berpotensi mendorong aktivitas peremajaan serta peningkatan produktivitas kebun.***
Baca Juga:  Tiga Direktur Bank Jambi Dilantik dan Diambil Sumpah