JAMBI – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan cara yang religius dan kolektif. Perusahaan ini menggelar tadarus Al-Qur’an bertajuk One Day One Juz, yang menargetkan khatam Al-Qur’an setiap hari selama Ramadhan.
Program tersebut dimulai pada Kamis (19/2/2026) atau 1 Ramadhan 1447 H dan akan berlangsung hingga Kamis (19/3/2026).
Sekretaris PTPN IV Regional IV Jambi, Hariman Siregar, menjelaskan bahwa setiap tim terdiri dari 30 karyawan muslim. Masing-masing peserta membaca satu juz per hari, sehingga dalam satu hari seluruh tim menyelesaikan 30 juz atau satu kali khatam Al-Qur’an.
“Kami gelar tadarus yang ditarget setiap peserta membaca satu juz Qur’an. Kami ingin meraih berkah bulan suci Ramadhan agar setiap langkah dan kebijakan perusahaan serta karyawan selalu diridhoi Allah SWT,” ujar Hariman.
Dengan skema tersebut, PTPN IV Regional IV Jambi menargetkan 30 kali khatam selama satu bulan Ramadhan.
Panitia telah menyusun daftar peserta dan membagi kelompok agar distribusi bacaan merata. Setiap peserta minimal menyelesaikan satu juz per hari, dan sepanjang Ramadhan setidaknya satu kali khatam secara pribadi.
Tadarus dilaksanakan usai salat tarawih pertama dan seterusnya, dengan batas penyetoran bacaan hingga pukul 24.00 WIB.
Peserta dipersilakan membaca Al-Qur’an di Masjid Munthada Sholihin yang berada di lingkungan Region Office PTPN IV Regional IV Jambi. Selain itu, karyawan juga mengikuti salat tarawih berjamaah bersama.
Untuk menjaga konsistensi, panitia mencatat dan menerima laporan pembacaan Al-Qur’an setiap hari. Jika ada peserta yang berhalangan menyelesaikan target satu juz, panitia segera menugaskan pengganti.
Hariman menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari penguatan spiritualitas karyawan selama bulan suci.
“Mari kita raih keberkahan Allah dengan memperbanyak baca Al-Qur’an di bulan yang mulia ini,” tutupnya.
Di tengah dinamika aktivitas korporasi, tadarus kolektif ini menjadi ruang refleksi dan ibadah, sekaligus memperkuat nilai religius dalam lingkungan kerja selama Ramadhan.(*)

Tinggalkan Balasan