INIJAMBI- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui sub holdingnya PTPN IV PalmCo terus menunjukan akselerasi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui dua pilar Utama seperti pemberdayaan ekonomi lewat kemitraan bersama ribuan petani kelapa sawit serta penyaluran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa operasional perusahaan harus selalu sejalan dengan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kehadiran PTPN IV PalmCo tidak hanya berfokus pada pemenuhan target bisnis, tetapi kami mengemban amanah sebagai agen penggerak pembangunan daerah. Sinergi yang kuat dengan ribuan petani mitra serta realisasi dana sosial secara masif di Rokan Hulu merupakan bukti nyata implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Ini sekaligus menjadi dukungan langsung kami terhadap visi Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional secara berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

Baca Juga:  Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Terasa, Trafik Tol Betung–Tempino–Jambi Naik 25 Persen

Akselerasi Ekonomi Melalui Kemitraan dan Standar Global

Sebagai bagian dari implementasi ekonomi kerakyatan, yang hingga awal 2026 tercatat lebih dari 2.500 petani sawit di Rokan Hulu telah menjadi mitra dan tumbuh bersama PTPN IV PalmCo. Perusahaan telah melampaui kewajiban 20 persen kemitraan plasma sesuai regulasi pemerintah, dengan mencatatkan total luas areal mitra mencapai lebih dari 5.000 hektare. Para petani mitra ini bernaung di bawah tujuh lembaga pekebun.

Dedikasi terhadap praktik sawit berkelanjutan juga membuahkan hasil positif. Dua koperasi mitra, yakni Makarti Jaya dan Dayo Mukti, telah berhasil meraih sertifikasi global Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Pencapaian ini memberikan insentif harga terbaik yang secara langsung meningkatkan pendapatan petani, sekaligus menjadi bukti kesadaran petani terhadap isu keberlanjutan internasional.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir), Setiyono, menambahkan bahwa keberhasilan kemitraan ini sangat didukung oleh penerapan pola single management atau pengelolaan terpadu oleh perusahaan.

Baca Juga:  Masyarakat Diuntungkan Jika Zumi Laza Jadi Bupati Tanjabtim

“Dulu, bahasa single management sempat jadi momok di kalangan petani. Namun kenyataannya, PTPN justru memberikan kesempatan yang luas kepada petani untuk terlibat langsung dan berkembang. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian aktif dari sistem pengelolaan yang profesional,” jelas Setiyono.

Sistem pengelolaan yang mencakup seluruh proses dari peremajaan hingga panen ini mampu mendorong produktivitas kebun plasma hingga setara dengan kebun inti perusahaan. Bahkan, pola kemitraan yang inklusif ini membuka peluang ekonomi baru di mana petani dapat menjadi mitra kerja atau kontraktor lokal dalam kegiatan operasional kebun.

Kontribusi Sosial Tepat Sasaran

Di luar kemitraan bisnis inti, PTPN IV PalmCo secara konsisten memperkuat sektor sosial dan infrastruktur melalui program CSR/TJSL. Selama satu dekade terakhir, total bantuan yang disalurkan telah mencapai Rp2,4 miliar dengan fokus pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan infrastruktur sosial. Pada tahun 2025 saja, terdapat 66 jenis program bantuan yang telah direalisasikan di berbagai kecamatan di Rokan Hulu.

Baca Juga:  Perpekindo Jambi: Pemerintah Seharusnya Fokus ke Idustri Hulu, baru ke Hilir

Di sektor pendidikan, perusahaan berupaya memutus mata rantai ketertinggalan teknologi dengan memberikan bantuan pengadaan komputer dan layanan internet gratis selama setahun penuh untuk lima sekolah, termasuk SMPN 1 Kunto Darussalam dan SDN 003 Pagaran Tapah. Sementara untuk ketahanan ekonomi keluarga, perusahaan menstimulasi produktivitas melalui program budidaya hewan ternak, bantuan bibit ikan, dan fasilitas angkutan sampah desa.

Region Head PTPN IV Region III, Bambang Budi Santoso, merangkum seluruh inisiatif tersebut sebagai langkah perusahaan untuk terus hadir membawa dampak positif yang berkesinambungan.

“Infrastruktur yang memadai dan sumber daya manusia yang terdidik adalah tulang punggung dari kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh program penyaluran CSR maupun pembinaan petani mitra kami rumuskan tidak secara sepihak, melainkan melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami menjadi katalisator bagi Rokan Hulu yang lebih maju dan mandiri,” pungkas Bambang.