Oleh: Fachri Azzikra

INIJAMBI- Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Bagi saya, momentum ini bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya dasar negara, melainkan saat yang tepat untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Pancasila masih hidup dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila lahir dari pergulatan pemikiran para pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia berdiri di atas fondasi persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bukan hanya relevan pada masa kemerdekaan, tetapi juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini.

Di era digital, masyarakat dihadapkan pada arus informasi yang begitu cepat. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, polarisasi sosial, ujaran kebencian, hingga lunturnya budaya dialog. Dalam kondisi seperti ini, Pancasila seharusnya menjadi kompas moral yang membimbing setiap warga negara dalam bersikap dan bertindak.

Baca Juga:  Berebut Nahkoda Perahu PAN: Pertarungan 'Sulpani vs Zilawati'

Sila Persatuan Indonesia mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjatuhkan. Justru keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan politik merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Persatuan tidak berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menghormati keberagaman dalam bingkai kebangsaan.

Begitu pula sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang mengingatkan kita bahwa pembangunan harus memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat. Kemajuan ekonomi tidak boleh hanya dirasakan oleh sebagian kelompok, tetapi harus mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan.

Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan Pancasila tidak berhenti sebagai hafalan atau slogan semata. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, mengedepankan musyawarah, menjaga toleransi, hingga berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Baca Juga:  Ketika Pemimpin Berjuang Sendiri, dan Wakil Rakyat Memilih Diam Oleh: [Riky Handriska]

Mahasiswa dan pemuda juga dituntut menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, kritik yang konstruktif, serta solusi atas berbagai persoalan bangsa. Semangat gotong royong yang menjadi ruh Pancasila harus terus dihidupkan dalam berbagai ruang kehidupan, baik di lingkungan kampus, organisasi, masyarakat, maupun dunia digital.

Hari Lahir Pancasila tahun ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pancasila adalah rumah bersama. Menjaga dan mengamalkannya bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh bangsa, melainkan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Selama nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam hati dan tindakan kita, saya yakin Indonesia akan terus berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Baca Juga:  Saat Alam Berteriak, Hukum Harus Bertindak

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak demi Indonesia yang lebih baik.