INIJAMBI- Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi sukses menggelar acara puncak Gebyar Dakwah 2026. Kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara ini menjadi momentum penting dalam menyuarakan isu pendidikan dan kelestarian alam yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua Panitia, Dr. Muhammad Junaidi Habe, S.Ag., M.Si., melaporkan bahwa agenda tahun ini menjadi wadah kolaborasi yang masif. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia turut mengirimkan delegasinya ke Jambi.
“Kegiatan ini adalah jembatan kolaborasi bagi mahasiswa dakwah di seluruh Indonesia untuk bertukar gagasan dan memperkuat jaringan,” ujar Junaidi.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN STS Jambi, Dr. Pahmi SY., M.Si. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa dakwah masa kini tidak boleh lepas dari realitas sosial, terutama mengenai kualitas manusia dan kondisi bumi.
“Gebyar Dakwah ini mengangkat dua isu utama: pengembangan SDM dan lingkungan. Keduanya saling memengaruhi; manusia yang unggul adalah mereka yang mampu menjaga ekosistemnya,” tegas Dr. Pahmi.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Ahmad Syukri, S.S., M.Ag., menyatakan bahwa kepedulian lingkungan telah mendarah daging dalam gerakan Fakultas Dakwah. Ia menegaskan pentingnya partisipasi aktif dalam mendukung kurikulum dunia.
“Gerakan kami adalah menjaga alam, karena kita adalah bagian dari alam. Fakultas Dakwah berkomitmen mendukung SDGs melalui aksi nyata, bukan sekadar teori,” ungkap Prof. Ahmad Syukri. Ia juga menargetkan agar di masa depan, Gebyar Dakwah dapat naik kelas ke skala internasional dengan dukungan pendanaan yang lebih kuat.
Sebagai bagian dari rangkaian acara puncak, digelar pula Seminar dan Talkshow yang menghadirkan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. sebagai pembicara utama.
Membawakan tema “Gen Z dan Tantangan di Dunia Pendidikan”, Diza mengajak para mahasiswa untuk adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap memegang teguh nilai-nilai integritas dalam menempuh pendidikan.

Tinggalkan Balasan