INIJAMBI.COM- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan setelah terdeteksi beroperasi hanya beberapa meter dari kawasan pendidikan, tepatnya di belakang SMAN 8 Muaro Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi.

Sejumlah guru SMAN 8 Bungo mendatangi langsung lokasi tambang ilegal tersebut pada Rabu (29/4/2026) sebagai bentuk keprihatinan sekaligus peringatan atas potensi ancaman terhadap keselamatan siswa dan lingkungan sekolah.

Kedekatan lokasi tambang dengan area pendidikan dinilai tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mencederai nilai-nilai pendidikan. Aktivitas ilegal yang berlangsung terbuka dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi peserta didik.

“Kami khawatir aktivitas ini bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga memberi contoh negatif bagi siswa. Mereka menyaksikan langsung praktik ilegal yang seolah dibiarkan,” ujar salah satu guru.

Baca Juga:  Tegas!! LMP Tanjab Timur minta Ranperda BUMD Dibatalkan

Namun, sebelum rombongan guru tiba di lokasi, aktivitas penambangan diduga telah dihentikan. Sejumlah peralatan tambang juga tidak lagi ditemukan di area tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas PETI di belakang sekolah itu telah berlangsung sekitar satu bulan tanpa penanganan signifikan.

Para guru mendesak aparat penegak hukum (APH) segera mengambil langkah tegas dan menyeluruh untuk menghentikan aktivitas tersebut. Mereka menegaskan, praktik tambang ilegal di kawasan pendidikan tidak dapat ditoleransi karena menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.

Selain mengancam dunia pendidikan, aktivitas PETI juga memicu kekhawatiran serius terkait kesehatan dan keselamatan warga sekitar, terutama akibat penggunaan alat berat serta potensi pencemaran lingkungan.(*/inj)

Baca Juga:  Cetak Esais Andal, Fakultas Dakwah UIN Jambi dan Balai Bahasa Gelar Koordinasi Intensif