INIJAMBI MUARA SABAK Permasalahan infrastruktur jalan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, masih menjadi keluhan utama masyarakat hingga tahun 2026. Kerusakan jalan yang terjadi di sejumlah ruas vital, khususnya jalur Rantau Rasau menuju Muara Sabak Timur hingga akses ke Kota Jambi, belum sepenuhnya tertangani meskipun berbagai upaya perbaikan mulai dilakukan.

Berdasarkan laporan media lokal tahun 2024, kondisi jalan di wilayah ini telah lama memprihatinkan. Ruas jalan dari Nipah Panjang menuju Kota Jambi yang memiliki panjang sekitar 120 kilometer, yang normalnya dapat ditempuh dalam waktu 3 hingga 4 jam, seringkali mengalami kemacetan parah akibat kerusakan di beberapa titik. Bahkan, kendaraan roda empat hingga roda enam dilaporkan harus menginap di perjalanan karena sulitnya melintasi jalan berlumpur dan berlubang.

Baca Juga:  Kharisma Politik dan Kepemimpinan Transformasional ala LaRis

Kondisi jalan semakin memburuk saat musim hujan. Curah hujan tinggi menyebabkan tanah menjadi labil dan jalan berubah menjadi berlumpur, sehingga kendaraan kerap terjebak dan memicu antrean panjang. Warga bahkan harus menunggu berhari-hari untuk bisa melanjutkan perjalanan menuju Kota Jambi.

Sementara itu, laporan sebelumnya juga menyebutkan bahwa kerusakan terjadi di sejumlah titik strategis, seperti oprit jembatan di Muara Sabak Ulu, ruas jalan di Desa Siau, serta jalur SK 10 Patok 80 di Kecamatan Rantau Rasau. Titik-titik ini menjadi penyebab utama terhambatnya arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Memasuki tahun 2026, upaya perbaikan mulai menunjukkan perkembangan. Anggota Komisi V DPR RI asal Jambi, Edi Purwanto, mendorong agar perbaikan jalan Rantau Rasau dan sejumlah ruas lainnya dapat ditangani melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Baca Juga:  JMSI Jambi Akan Gelar Musda

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim melalui Dinas PUPR juga telah melakukan peningkatan jalan poros Rantau Rasau–Nipah Panjang. Beberapa pekerjaan seperti pembangunan rigid beton di sejumlah titik sudah hampir rampung dan mulai dapat dilalui oleh masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tanjabtim, Susiana, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pengerjaan dilakukan secara bertahap melalui APBD murni dan APBD perubahan dengan target penanganan yang lebih luas.

Warga setempat menyambut baik pembangunan tersebut, meskipun masih berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Mereka menilai bahwa sebagian ruas jalan memang sudah mengalami peningkatan, namun masih banyak titik lain yang membutuhkan perhatian serius.

Baca Juga:  Arwin Saputra Ambil Formulir pendaftaran Caketum Koni periode 2025-2029

Dengan kondisi yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dapat benar-benar menghadirkan solusi konkret. Perbaikan jalan tidak hanya menjadi kebutuhan infrastruktur semata, tetapi juga menjadi kunci utama dalam menunjang mobilitas, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Jambi.

penulis :Olfat Azizi Amorti