INIJAMBI Muara Tembesi – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai memberikan dampak yang dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Salah satunya dialami oleh Andi Sulaiman, pedagang sembako di Pasar PU Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari (17/06/2026).
Menurut Andi Sulaiman pedagang di pasar tersebut, kenaikan dolar memicu naiknya harga berbagai kebutuhan pokok yang sebagian rantai pasoknya masih dipengaruhi oleh harga impor dan biaya distribusi. Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat menurun sehingga berdampak langsung pada pendapatan para pedagang.
“Dampak dari naiknya dolar itu sangat berpengaruh terhadap saya karena harga barang jadi semakin tinggi. Dulu penghasilan bisa sampai Rp5 juta per hari, sekarang hanya sekitar Rp2 juta, bahkan kadang hanya Rp1 juta per hari. Sekarang memang sulit,” ujar Andi Sulaiman saat ditemui di kios sembakonya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah barang kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, banyak pelanggan yang mengurangi jumlah belanja atau hanya membeli kebutuhan yang benar-benar penting.
Kondisi ini menciptakan efek domino di lingkungan pasar tradisional. Ketika harga barang naik, daya beli masyarakat melemah, transaksi menurun, dan pendapatan pedagang ikut tergerus. Tidak hanya pedagang sembako, sejumlah pelaku usaha kecil lainnya di pasar juga mengaku menghadapi tantangan serupa.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan harga kebutuhan pokok agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Meski menghadapi berbagai kesulitan, para pedagang di Pasar PU Muara Tembesi tetap berusaha bertahan dan melayani kebutuhan masyarakat sehari-hari sambil berharap kondisi perekonomian dapat segera membaik.
Reporter : peserta lk2 cabang batang hari

Tinggalkan Balasan