INIJAMBI MUARA TEMBESI – Pandemi Covid-19 dan maraknya belanja online shop membuat Pasar PU Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi, kehilangan ramai pembeli. Omset pedagang anjlok drastis dari Rp2 juta menjadi Rp500 ribu per hari. Temuan ini diungkap peserta Intermediate Training Latihan Kader II HMI Cabang Batang Hari saat analisis sosial di pasar tersebut, Rabu (18/6/2026).
Kegiatan analisis sosial tersebut diikuti oleh 6 peserta LK II, yakni Erdo Ropiyanda, Sugandi Putra, Hawari, Yuni Nur Anisa, Dohirin dan Rizki Arif. Mereka turun langsung mewawancarai pedagang untuk memetakan permasalahan ekonomi kerakyatan di Batang Hari.
Dari hasil perbincangan dengan salah satu pedagang buku dan aksesoris, Gidang, terungkap bahwa kondisi pasar mulai sepi sejak wabah Covid-19 melanda. Kebiasaan masyarakat yang beralih ke online shop menjadi pukulan kedua bagi pasar tradisional.
“Sepi pembeli di pasar tradisional ini terjadi semenjak setelah Covid-19. Kadang dalam satu hari tidak ada pembeli karena kebanyakan orang-orang lebih milih berbelanja di Online Shop,” ujar Gidang kepada peserta LK II.
Dampaknya langsung terasa ke pendapatan. Sebelum pandemi, omset Gidang dan pedagang lain bisa mencapai Rp2 juta per hari. Namun pasca-Covid hingga saat ini, pendapatan hanya berkisar Rp500 ribu per hari. Artinya terjadi penurunan hingga 75%.
Selain itu, kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut membebani pedagang. Harga bahan baku dan kemasan seperti plastik ikut merangkak naik, sementara daya beli masyarakat tetap rendah.
Analisis Sosial ini menjadi salah satu bagian dari materi intermediate training LK II HMI yang bertujuan melatih kepekaan kader HMI terhadap realita sosial di masyarakat. Hasil temuan di Pasar PU Muara Tembesi diharapkan bisa jadi bahan rekomendasi untuk penguatan ekonomi pasar tradisional di Batang Hari.
Reporter: Peserta LK2 cabang Batang Hari

Tinggalkan Balasan